


Archive for the 'Renungan' Category
Sahabat Muslimah,
Dalam banyak kesempatan saya yakin anda pasti sering mendengar seseorang mengatakan,
“..…kalau saya sih, terserah yang di Atas saja“
“yah..mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi kehendak Yang Di Atas “
“…terserah orang mau bicara apa, tapi Ini
dan banyak lagi ungkapan senada dengan itu.
Siapa sih yang mereka sebut dengan yang di Atas? Tukang yang sedang membetulkan genteng ? atau orang yang sedang ada di atas pohon? Apakah pesawat terbang , langit atau mungkin cicak?
No..Kita semua pasti faham bahwa yang dimaksud dengan “yang di atas” sebenarnya adalah Tuhan kita yang namanya Allah, “Allah Subhanahu wa ta’ala”, Tuhan yang sepatutnya sangat kita Agungkan.Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Apakah layak kita menyebutnya dengan kata ganti yang mengandung banyak penafsiran seperti itu?
Tentang nama dari Tuhan kita silakan sahabat lihat dalam
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” ( QS Thaahaa :14).
Dalam ayat tersebut, sangat jelas bukan bahwa Tuhan kita menyebut dirinya dengan Allah? Itulah NamaNya..
Lalu mengapa banyak diantara kita yang tidak mau dengan jelas, tegas dan mantap mengganti kata “yang di atas” dengan Allah?
Saya yakin setiap kita memiliki nama
Apakah sahabat tidak tersinggung bila nama kita atau sebutan untuk kita ( Ibu, Mama, Ummi, Bunda dll) diganti dengan “yang di dapur” atau “yang di belakang” ? Kalau kepada manusia saja kita kita dianjurkan memberi dan memanggil dengan nama yang baik, apalagi kepada Allah…tentu kita harus jauh lebih Hormat dan menghargai.
Jadi Sahabat, saya yakin kini kita semua telah mengetahui bahwa Tuhan kita adalah Allah, so jangan pernah lagi kita ragu untuk menyebutkan namaNya kapanpun dan dimanapun. Sebutlah dengan jelas, lantang dan penuh keyakinan dan penghormatan. OK?
Feb
27
KUNCI ZUHUD
Aku tahu
Rizkiku tak mungkin diambil orang lain
karenanya hatiku tenang
***
Aku tahu
Amalku tak mungkin dilakukan orang lain,
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal
***
Aku tahu,
Allah selalu melihatku,
Karenanya aku malu bila Allah
mendapatkan aku melakukan maksiat
***
Aku tahu,
Kematian menantiku,
Maka aku persiapkan bekal
Untuk berjumpa dengan Rabbku
**********


